[MotoHistory] 1966 Honda RC166; Motor 250cc paling cadas! Titik.

Yarrrrr!! Mulai hari ini ada segmen baru; MotoHistory, yang akan membahas seputar motor-motor bersejarah, ikonik, atau simply terlalu mengagumkan untuk dilewatkan begitu saja. So, enjoy!

Konfigurasi inline-6 pada mesin yang berkapasitas hanya 250cc 4tak memang kedengarannya gila, tapi itulah tepatnya yang ada ada di benak insinyur-insinyur pabrikan Honda waktu itu. Lebih banyak silinder artinya dimensi piston yang lebih kecil, efeknya putaran mesin bisa dicapai lebih tinggi. Honda butuh itu untuk melawan gempuran mesin-mesin 2tak. Kombinasikan dengan 7 (atau lebih) gigi transmisi, dan hasilnya adalah monster!

Engine: Air-cooled 4-stroke inline 6-cylinder DOHC 4-valve Gear Train
Displacement: 249.42cm3
Max Power: over 60PS / 18,000rpm
Max Speed: over 240km/h
Dry Weight: 112kg
Magneto Ignition, 7-Speed Transmission, 6-Carburetor

Mesin sudah oke. Lalu bagaimana penampilannya? Seksi juragan! Wah susah dijelasken, liat gambar saja (dicomot dari world.honda.com)

RC166

RC166

Di tangan Mike ‘The Bike’ Hailwood, RC166 memenangkan 10 dari 10 seri World GP kelas 250cc tahun 1966. Tentu saja ia juga meraih gelar juara pembalap maupun konstruktor pada tahun itu. Amazing, eh?

Sayangnya kesuksesan ini tidak bertahan lama. Tahun 1967, Mike berhasil menjadi juara lagi meskipun tidak dengan rekor sempurna seperti tahun sebelumnya. Dan di tahun 1968 RC166 menemui ajalnya akibat regulasi. Karena alasan biaya, FIM membatasi kelas 250cc dengan mesin maksimal 2 silinder 6 percepatan. Jelas saja mesin-mesin 4tak kerepotan melawan mesin 2tak. Akibatnya Honda, Yamaha, Suzuki memilih walkout dari World GP. Pun begitu Mike Hailwood yang sudah terlanjur teken kontrak dengan Honda terpaksa ikut absen selama satu dekade dari ajang World GP.. Miris.

Hailwood

Sedikit video, dengarkan baik-baik raungannya…

Ebook “Rita Hayworth and Shawshank Redemption” [Stephen King]

Ini adalah novela yang diadaptasi menjadi film dengan judul hampir sama oleh Frank Darabont. The Shawshank Redemption. Sukses di pasar maupun di depan kritikus, meraih tujuh nominasi Academy Awards tahun 1994 namun ironisnya tidak memenangkan satu pun. Belum pernah nonton? Mungkin anda termasuk orang-orang yang merugi. Anyway, ada cukup banyak perbedaan antara versi film dengan versi aslinya ini, tapi benang merahnya tetap sama.

Peringatan: Seperti banyak karya Stephen King lainnya, novela ini ditulis dalam satu teks panjang tanpa bab/chapter maupun dobel spasi antar paragraf. Cukup melelahkan mata namun benar-benar worth it.

____________________________________________________________

Format: pdf

Download disini

Tips Mempercantik Tampilan Desktop Puppy Linux

Dari pertama kali kenal Puppy Linux (versi 3, awal 2008 kayaknya) tampilan desktopnya tetep begitu-begitu aja; jwm dengan skema warna suram serta sebaran icon-icon yang (literally) memenuhi desktop. Dont get me wrong, jwm does the job fine dan kumpulan icon-icon itu jelas mempersingkat waktu dibandingkan jika harus menjelajahi menu satu per satu. Namun kalau sudah menyangkut estetika, well, payah… Ini memang masalah subjektif namun rasanya tidak ada yang salah untuk sedikit mempercantik desktop selama tidak terlalu mengorbankan performa. Postingan ini jelas tidak akan menyangkut KDE dan GNOME karena mereka terlalu gambot untuk Puppy. So, pake apa?

  • Openbox. Window manager ini yang akan melengserkan kedudukan jwm. Namun, openbox belum dilengkapi dengan panel… (atau taskbar bagi anda yang datang dari dunia jendela)
  • Tint2, iaitu panel yang akan melengkapi openbox
  • Wbar. Pernah lihat desktop Mac? Wbar ini mirip dengan dock yang ada pada Mac OS namun jauuh lebih sederhana.

Ya, ayo kita perbaiki!

STEP 1: Instalasi

  1. Instal openbox; Jalankan Puppy Package Manager kemudian search: openbox. Instal. Abaikan saja jika ada notifikasi bahwa openbox memerlukan fbpanel, dan instal hanya openbox nya saja
  2. Instal tint2; download tint2 disini, lalu klik untuk instal
  3. Download dan instal wbar dari sini
  4. Instal juga imlib2 dari sini

STEP 2: Konfigurasi

  1. Konfigurasi openbox bisa dilakukan dengan obconf. Menu>Desktop>Openbox window manager config. Atau jalankan saja terminal (rxvt) dan ketik obconf
  2. Tint2 membutuhkan file konfigurasi. Sebagai contoh, berikut ini konfig milik saya. Download dan taruh di folder /root/.config/tint2. Folder .config adalah hidden folder, jangan lupa klik icon mata pada Rox Filer untuk menampilkan hidden file & folder
  3. Wbar dapat dikonfigurasi lewat Menu>Desktop>Wbar conifguration tool. Pada tab preference, centang dialog run over the desktop agar wbar tak tertutupi oleh desktop
  4. Tint2 dan wbar perlu dijalankan tiap kali startup, maka cek apakah link untuk tint2 dan wbar sudah ada pada folder /root/Startup. Jika belum ada buatlah link dari file /usr/bin/tint2 dan /usr/bin/wbar dengan cara drag n drop file tadi ke folder /root/Startup kemudian pilih opsi link (absolute)
  5. Untuk mengatur openbox sebagai window manager default, keluar dari X server dengan menekan Ctrl+Alt+Backspace. Kemudian ketik (tanpa tanda kutip) “xwin openbox” lalu enter

STEP 3: Berdandan ria!

  1. Tema untuk openbox bisa didownload dari sini.
  2. Secara default openbox menempatkan tombol window control (minimize, maximize, close, dkk) di sebelah kiri. Ini agak merepotkan, untuk mengatasinya buka obconf, pilih tab Appearance. Ganti button order menjadi NLIMC, atau sesuai selera masing-masingobconf
  3. Openbox tidak memiliki tombol menu (alias start button). Menu dapat diakses dengan klik kanan pada desktop. Bagaimana jika ingin mengakses menu sementara sedang menjalankan aplikasi yang memenuhi layar? Mudah saja, beri margin 1 pixel pada desktop sisi kiri. Caranya pilih tab Margins pada obconf kemudian beri nilai 1 px pada left margin. Pastikan margin di sisi lainnya bernilai 0. Selanjutnya menu dapat diakses dengan klik kanan pada tepi paling kiri desktop
  4. Konfigurasi tint2, sayangnya, dilakukan secara manual dengan cara mengedit file konfig di /root/.config/tint2/tint2rc. Detail mengenai hal ini bisa dipelajari dari sini. Pusing? Mending copy-paste aja dari sini, simpan sebagai tint2rc pada folder /root/.config/tint2/
  5. Pada wbar config tool, klik new untuk menambah icon baru. Title dapat diisi sesuai judul yg dikehendaki, isi kolom command dengan command line untuk menjalankan aplikasi yg dikehendaki (misal; rxvt untuk terminal, obconf untuk openbox config, dsb) atau browse ke folder tempat executable dari aplikasi berada. Selanjutnya ganti icon sesuai selera
  6. Agar lebih serasi, ganti juga tema GTK. Bisa diunduh dari sini, lalu extract ke folder /usr/share/themes. Buka Menu>Desktop>Chtheme GTK theme chooser, pilih tema yg sudah dikopi tadi

Selesai! Berikut ini penampakan desktop Puppy ane setelah operasi plastik (klik gambar untuk memperbesar)

Instal Joystick USB Model PS1/PS2 pada Linux

Joystick yang ane pake adalah merk “itech” warna hitam dengan bentuk persis joystick PS. Tutorial ini juga berlaku untuk joystick generik merk lain yang tidak membutuhkan driver khusus (alias plug & play).

Colokkan joystick terlebih dahulu. Jalankan terminal, masukkan command berikut:

modprobe usbhid

tekan enter, lanjut ke command berikutnya:

modprobe joydev

tekan enter. Beress! Setelah ane coba semua tombol berfungsi normal, termasuk stik analognya.

Agar tidak perlu repot-repot buka terminal tiap kali pasang joystick, buat script sebagai berikut:

#!/bin/bash
modprobe usbhid
modprobe joydev

eBook “Neverwhere” [Neil Gaiman]

Mari berbagi! Mulai hari ini resmi ada kategori baru dalam blog ini, eBook frenzy. Postingan pertamaxxx, novel Neverwhere karya om Neil Gaiman (yang ngarang Coraline sebelum diadaptasii jadi film stop motion). Berikut sinopsisnya yang aku ambil dari versi cetak berbahasa Indonesia;

coverHidup Richard Mayhew di London biasa-biasa saja. Dia punya pekerjaan bagus dan tunangan cantik. Suatu hari dia menemukan gadis gelandangan yang terkapar berdarah di jalan. Richard menolong gadis itu — dan hidupnya yang  biasa menghilang begitu saja.

Tiba-tiba Richard tak punya pekerjaan, rumah, tunangan, bahkan identitas. Ia terlempar masuk London Bawah yang sangat berbeda. London yang terdiri atas bayangan, kegelapan, monster, pembunuh, malaikat, dan segala hal ajaib lainnya. London yang berada dalam labirin kanal-kanal saluran pembuangan dan stasiun kereta bawah tanah.

Inilah dunia Door, gadis gelandangan yang ditolongnya. Tanpa tujuan dan pilihan, Richard terpaksa bergabung dengan Door, pengawalnya Hunter, dan Marquis de Carabas. Mereka berusaha mencari pembunuh keluarga Door sambil menghindar dari berbagai bahaya yang menghadang. Dan mungkin di akhir perjalanan ini Richard bisa kembali ke hidupnya di London Atas….

______________________________

Format : epub

Download disini atau silakan jelajahi sendiri folder ebook di widget box.net pada sidebar kanan.

Instalasi Photoshop CS 5 Portable di Linux dengan Wine

Ahem, iseng-iseng cek WineHQ dan ternyata sodara-sodara rating kompatibilitas Wine Adobe Photoshop CS5 sudah level Gold!! Itu artinya secara garis besar Photoshop CS5 ini bisa dijalankan dengan lancar jaya selamat sentausa dengan hanya sedikit kekurangan yang (insyaAlloh) tidak akan mengurangi fungsi utamanya. Hmmm akhirnya ane tak perlu repot-repot belajar Gimp lagi :mrgreen:

Didorong oleh nafsu yang sudah memuncak ane segera meluncur ke situs-situs bajakan terdekat untuk mengunduh installer. Mbajak :mrgreen: Karena keterbatasan disk space akhirnya pilih yang versi portable ajah, lebih enak juga karena nggak perlu nyari crack nya. Ini namanya sekali meludah dua tiga tetangga kecipratan 8-)

Tutorial ini menggunakan Photoshop CS5 versi portable. Meski begitu kemungkinan besar bisa diaplikasikan juga untuk versi standar. Spesifikasi sistem yang ane gunakan adalah Puppy Linux 5.3 (Slacko) pada Acer Aspire One ZG5, dengan Wine versi 1.3.34.

Tutorial v1; Untuk Pengguna Linux secara Umum

  1. Pastikan ente sudah punya installer cs5. Yang belum punya monggo mampir kesini untuk versi portable. Selain itu pastikan pula bahwa driver videocard (vga) sudah diinstal
  2. Install Wine. Terserah mau pake cara gimana. Paling enak sih pake package manager bawaan distro masing-masing. Khusus pengguna Puppy Linux, donlod wine dari sini http://murga-linux.com/puppy/viewtopic.php?t=53675 pilih saja versi yang paling baru. Kenapa nggak lewat puppy package manager? Karena wine dari link tersebut sudah dilengkapi winetrick dan beberapa utility lainnyah
  3. Install juga winetrick, salah satu caranya melalui  terminal dan ketik command berikut
    wget http://www.kegel.com/wine/winetricks
  4. Masih di terminal, inputkan command berikut ini (pastikan ente masih nyambung internet).
    sh winetricks msxml6 gdiplus vcrun2008
  5. Download atmlib.dll. Kopi file .dll tersebut ke C:\Windows\System32. Bagi yang belum tau, drive C:\ virtual milik Wine terletak di /<username>/.wine/drive_c/ Tentu saja <username> mengacu pada username ente masing-masing
  6. This is tit :mrgreen: Silahken diinstal sotoshopnya.
  7. Piece of cake! Oh ente mau bukti?  Sok atuh (klik gambar untuk zoom in)

    menunggu splashscreen selesai sambil harap-harap cemas...

    alhamdulillah ya, sesuatu...

Oh iya, Wine adalah compatibility layer. Wine bukan emulator (Wine Is Not Emulator). Jadi dari segi performa tidak terpaut jauh dibanding ketika menjalankan sotoshop di windows. Keren to?

Update: Setelah kurang lebih 5 hari memakai Photoshop CS5 rasa Wine ini, all iz well kecuali untuk tampilan gambar ketika editing menjadi nampak jagged (interpolasi, anyone?). Tapi tak usah khawatir karena ketika disave tetap halus kok. Bahkan disini ane nggak ngalami masalah dialog save file yang nggak mau muncul seperti ketika jalanin CS5 di window$. Mantab jaya 8-)

Perkenalkan, Ducati 1199 Panigale. Brutal!

Musim 2010/2011 adalah musim yang indah bagi Ducati. Pada awal musim mereka berhasil menggaet sang maestro Valentino Rossi. Penjualan naik secara signifikan meskipun keadaan ekonomi dunia sedang buruk. Di ajang balap superbike, Carlos Checa dengan Ducati 1098 (yang notabenene teknnologinya sudah berumur 4 tahun, cukup usang untuk ukuran superbike) mendominasi balapan hampir sepanjang musim. Dan itu dia lakukan bersama tim privateer! Meski akhirnya Rossi gagal total dalam kompetisi MotoGP, kontribusinya dalam mengembangkan motor tidak bisa diremehkan begitu saja. Dan inilah kado penutup akhir tahun yang luar biasa ini, 1199 Panigale. Ya, tanggal 10 November kemarin akhirnya Ducati secara resmi memperkenalkan Panigale di event EICMA International Motorcycle Show.

(gambar-gambar berikut adalah properti asphaltandrubber.com, diambil tanpa izin dulu) :mrgreen:

Perhatikan baik-baik gambar di atas. Ada yang aneh? Jelas! Ducati adalah pabrikan yang memegang erat tradisi. Sasis tubular trellis, knalpot undertail, pro arm, mesin dua silinder dengan konfigurasi 90 derajat, katup desmodromic, kopling kering, adalah ciri khas yang  selama ini melekat dalam produk premium Ducati. Namun Panigale banyak melanggar tradisi itu.

Tidak ada lagi knalpot undertail. Sebagai gantinya duo knalpot pendek diletakkan di bagian kolong manghadap kiri-kanan. Ini semata-mata untuk memusatkan center of gravity. Sasis tubular trellis dilengserkan oleh teknologi sasis monocoque yang menggabungkan sasis dan mesin menjadi satu kesatuan. Tambahkan suspensi full elektronik Öhlins di depan dan TTX di belakang. Maka dijamin Panigale menawarkan handling mantap nan stabil.

Di sektor mesin Ducati masih mengandalkan mesin dual silinder 90 derajat. Panigale memakai mesin yang sama sekali baru bercode name Superquadro dengan dimensi bore x stroke 112 x 60,8 mm. Tidak salah jika dinamakan Superquadro karena perbandingan diameter silinder yang jauh melampaui jarak langkah (oversquare). Superquadro mampu menyemburkan tenaga sebesar 195 hp pada 10.750 rpm dan torsi 133 Nm pada 9000 rpm. Brutal! Dengan bobot kosong hanya 164 kg, Panigale mempunyai power to weight ratio (PWR) yang sangat impresif: 1.219. Bandingkan dengan mobil F1 Renault 2006 yang mempunyai PWR 1,250. Dan ingat, ini adalah motor legal untuk dipakai di jalanan. Gila? Sepertinya begitu. Dan, akhirnya, Ducati meninggalkan kopling kering. Sebagai gantinya adalah kopling basah dengan teknologi slipper clutch yang membutuhkan lebih minim perawatan.

Dengan power sebesar ini tentu tidak mudah mengendalikan monster ini di jalanan. Untuk itu Ducati melengkapi Panigale dengan berbagai macam piranti elektronik untuk membantu rider, termasuk diantaranya fly by wire throttle, traction control (DTC), quick shifter elektronis (DQS), ABS, adaptive electronic suspension, dan electronic engine brake control. Meskipun begitu motor ini jelas bukanlah motor untuk pemula!

Tahun 2012 nampaknya akan menjadi tahun yang menyenangkan bagi dunia balap motor. MotoGP berganti nama menjadi Moto1, dengan mesin baru 1000cc dan juga aturan-aturan baru yang semoga saja bisa meratakan peta persaingan. Di ajang superbike kiprah 1199 Panigale sangat dinanti tahun depan, dan pabrikan lain tentu tak akan tinggal diam. Mungkin saja akan ada yang iseng mengawinkan mesin Superquadro  dengan sasis Suter atau Moriwaki dan mendaftar sebagai claiming rule team Moto1. Semoga :mrgreen:

NB: Sasis monocoque bukanlah hal baru dalam dunia motor. Bahkan masyarakat Indonesia sudah sejak lama menikmatinya, tepatnya di sekitaran tahun 1970 dari pabrikan Honda. Ya, Honda C70 dan kawan-kawan motor bebek pada masa itu masih menggunakan sasis monocoque. Teknologinya sudah pasti jauh berbeda dengan monocoque Ducati ini, tapi monocoque is monocoque, eh? 8-)

Sasis monocoque pada masa kejayaannya :mrgreen: